Awalnya banyak yang menganggap JavaScript sebagai bahasa pemrograman kasta rendah. Katanya JavaScript cuma bahasa script yang jalannya juga cuma di browser. Banyak programmer web yang menganggapnya remeh dan kemampuan JavaScript hanya sebagai tambahan saja. Bahkan sangat sedikit yang menyaratkan JavaScript dalam lowongan kerja. Akibatnya kemampuan programmer akan JavaScript menjadi apa adanya, dan yang lebih menyedihkan, kemampuan JavaScriptnya hanya sebatas Copy Paster.
Era JavaScript telah datang. Berawal dari code snippets yang di-share di situs source code semacam hotscripts.com atau dynamicdrive.com, berkembang ke widget-widget yang menawarkan menu DHTML, kalender, data grid, dan widget lainnya. Lahirnya DOM Scripting mengubah cara kita berjavascript, kehadirannya menginspirasikan kemunculan librari-librari seperti Prototype, Scriptacolous, jQuery, YUI, dojo, mootools, dan ExtJS. Apalagi sesudah mendapat pencerahan Ajax, JavaScript menjelma framework User Interface yang membuat decak kagum wow!. ExtJS adalah salah satunya.
JavaScript untuk Semua
Sekarang JavaScript ada di mana-mana! Di PHP, Ruby on Rails, ASP, ColdFusion, Java, Flash, dan lain-lain, apa pun makanan programming-mu, minumannya adalah JavaScript!
JavaScript menjadi bahasa yang paling banyak dipakai saat ini. Maka apakah kita masih menganggapnya sebagai sampingan?
Genius is one per cent inspiration, ninety-nine per cent perspiration.
— Thomas A. Edison (1847 - 1931)
ridho
June 10th, 2008 at 8:45 am
iya ya, rugi bener kalo hanya mengandalkan server side
thank anghuda
anghuda
June 10th, 2008 at 2:32 pm
saat ini perhatian orang terhadap client-side sudah seimbang dengan server-side, untuk menampilkan grafik saja, sekarang saya lebih memilih client-side menggunakan flash.