Lihatlah statistik website anda, anda akan terkejut mendapati halaman error 404 memperoleh hit tinggi. Apakah ini menunjukkan error 404 begitu diminati pengunjung? Tentu saja tidak, statistik ini memberikan info banyaknya pengunjung tersesat di website anda, karena alamat yang dicari ternyata tidak ada.

Tersesat tentu tidak menyenangkan, harapan pengunjung untuk mendapat informasi tiba-tiba sirna. Sebuah halaman kosong berwarna putih dan pesan error seolah menyalahkan pengunjung. Perasaan kecewa dan bersalah tersebut bisa saja membuat ia enggan kembali ke website anda. Sayang sekali bukan?

Kalau demikian, mengapa anda tidak menyapanya dengan langkah-langkah berikut:

  • Pertama, jangan lakukan redirect ke halaman lain tanpa ada informasi apa pun mengenai tidak ditemukannya halaman yang dicari.
  • Kedua, situasikan seolah-olah pengunjung tidak tersesat, yakni dengan menampilkan halaman error berdesain sama dengan halaman normal (bukan halaman blank putih seperti biasanya).
  • Ketiga, ucapkan maaf, ini akan menghapus perasaan bersalah pengunjung atas kemungkinan ia salah mengetikkan URL.
  • Keempat, sampaikan bahwa anda mungkin sudah menghapus URL-nya, atau memindahkannya ke direktori lain, mengganti nama filenya, atau bahkan anda belum menulisnya, dan
  • Kelima, berikan alternatif lain untuk menemukan apa yang ia cari, misalnya memberikan beberapa link dengan keyword mirip yang ia cari, mengarahkan untuk menggunakan internal search engine, atau mengarahkan untuk menggunakan menu yang disediakan di dalam website.
  • Keenam, akan lebih baik anda menyediakan halaman feedback, karena mungkin saja halaman yang dicari pengunjung adalah halaman referensi yang sangat penting dan anda bisa membantunya dengan menjawabnya melalui email.

Dan sebagai halaman yang banyak pengunjungnya, suatu peluang bagi anda untuk menampilkan informasi penting di sana dan memasang adSense. Kira-kira iklan apa yah yang keluar dari adSense dengan tag “Error 404 Not Found”?